Selamat Datang di zona anti korupsi, Bila ada Temuan Tindak Pidana Korupsi dan Pidana Umum Hubungi : contact person 085720000524

Rabu, 13 Februari 2019

M.Solihin Muhtar, PLH kpl DISDIK. Membuka secara Resmi (PKS-PAI-SD) Pentas Keterampilan Seni Pendidikan Agama Islam tingkat Sekolah Dasar 2019. se'Kabupaten Sukabumi.

M Solihin Muhtar
(PLH kepala Dinas Pendidikan Kab.Sukabumi)
Dengan Pemukulan Bedug Secara Resmi
Membuka
Pekan Keterampilan Seni Pendidikan Agama Islam
(Pentas PAI-SD)
2019


Saber Sukabumi,.


Salah satu kegiatan yang selama ini menjadi tolak ukur dari Pendidikan Agama Islam di Tingkat Sekolah Dasar adalah, Adanya (PKS-PAI-SD) Pentas Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar ini, yang harus lebih giat ditingkatkan semakin lebih baik lagi.

Untuk itu dengan secara resmi Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam tingkat Sekolah Dasar. Yang mana ditandai dengan pemukulan Bedug, yang sekaligus di buka oleh, M Solihin Muhtar selaku PLH kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Bertempat di Alun alun Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Rabu, (13/02/2019).

Pendidikan Agama Islam termasuk dalam satu mata pelajaran yang diharapkan membawa nuansa peningkatan kualitas kepribadian bangsa melalui pembelajaran, pendidikan dan kegiatan yang mendukung, dapat selalu menunjang terciptanya bangsa yang berbudaya.

Maka dengan adanya Pentas seperti wahana kompetisi ini, semoga lebih
mengaktualisasikan dan untuk lebih semakin di kembangkan lagi, dari minat serta bakat peserta didik bagi tingkat jenjang (SD) Sekolah Dasar, juga merupakan wadah pembinaan. Serta aktualisasi bagi peserta didik untuk semakin menerima, memahami, mendalami, menghayati, dan mengamalkan dari nilai-nilai ajaran Agama Islam dalam kehidupan kita sehari-hari.

M Solihin dalam sambutanya berharap, "Dinas Pendidikan dan Kementrian Agama, untuk bisa bersama-sama lebih bersinergi dalam membangun Pendidikan Agama Islam Di Kabupaten Sukabumi. Dengan selalu dibarengi pondasi nilai-nilai agama serta tetap Konsisten dan tetap selalu menjadi Garda terdepan, dalam rangka mensukseskan Visi dan Misi Kabupaten Sukabumi menuju Kabupaten yang Religius untuk Lebih Baik dan Mandiri. "Harapannya.

Hadir pada kesempatan tersebut, PLH kepala Dinas Pendidikan Kab. Sukabumi,
M. Solihin Muhtar. Kepala Kemenag Kab. Sukabumi Drs. H. Abas Resmana, Mm. Kepala Bidang Sarana SD, Agus Muharam. Perwakilan PGRI Kab. Sukabumi. Camat Kadudampit, dan undangan lainnya.

M. Solihin Muhtar
(Tengah memegang HP seluler)
(PLH kpl Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi)
bersama
Agus Muharam
(Kepala Bidang sarana SD)
(Sisi kanan Batik coklat)

























Editor : E  121  K

Senin, 11 Februari 2019

Solihin Muhtar, Sekertaris/PLH kpl. Dinas Pendidikan, sekaligus Ketua (Pramuka) Kwatir Cabang gerakan Pramuka Kab, Sukabumi. Menerima Bantuan 3 unit Kendaraan Roda Dua dari Bupati Sukabumi dalam RAKER pengurus Kwarcab gerakan Pramuka 2019

M. Solihin Muhtar
(sisi kanan)
Ketua
Kwatir Cabang Gerakan Pramuka
Kabupaten Sukabumi
Menerima Bantuan 3 (Tiga) Unit Kendaraan Operasional Roda Dua
Satgas Pramuka Peduli
Dari
Bupati Sukabumi


Saber Sukabumi,.


Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami yang sekaligus selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi. Membuka kegiatan dalam persiapan program 2019 pada Rapat Kerja Cabang bagi Pengurus gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi. Dengan sekaligus Bupati Sukabumi memberikan bantuan 3 (Tiga) unit kendaraan operasional roda dua kepada Kwarcab Gerakan Pramuka untuk kegiatan Pramuka Peduli, yang bertempat di Aula Yon Armed 13 Cikembang, Sabtu ( 09/02).

Solihin Muhtar, ketua Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) Kwatir Cabang gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi, dalam sambutanya menyampaikan.
"Bahwa rapat kerja cabang merupakan, komunikasi timbal balik yang berfungsi sebagai evaluasi dan berisikan program rencana kerja tahunan, bagi seluruh pengurus Kwatir Cabang gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi.

"Mudah mudahan program kerja yang akan di jalankan dapat di fahami oleh anggota Gerakan Pramuka, serta mengamalkan nilai nilai luhur Pramuka,  kami berharap kedepan anggota Pramuka bisa lebih inovatif dalam setiap kegiatan, untuk menghadapi perkembangan zaman" paparnya.

Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami yang sekaligus selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi  menyampaikan.
"Bahwa Gerakan Pramuka harus INOVATIF DAN TANGGAP ISU LINGKUNGAN, bisa menopang dan mendukung program pemerintah dalam pembangunan di Kabupaten Sukabumi.

"beberapa isu yang tentunya harus menjadi pencermatan bagi gerakan Pramuka adalah isu lingkungan, dengan perubahan musim di Kabupaten Sukabumi beberapa wilayah terjadi musibah seperti longsoran tanah di desa Cimapag"

Maka menurut Bupati gerakan Pramuka, tidak boleh berpangku tangan tidak boleh melihat posisi tersebut sebagai kondisi bencana alam saja.
"Tetapi gerakan Pramuka harus bisa menjawab kondisi alam itu dengan melakukan perbaikan alam, ke depan Pramuka harus bisa ciptakan kondisi go green"

Selain itu, Bupati Sukabumi meminta Pramuka harus bisa menunjang proses isu lingkungan.
"Seperti isu lingkungan, tidak hanya pada posisi penghijauan saja tetapi  kondisi-kondisi faktor sosial dan  ekonomi juga menjadi perhatian bagi gerakan Pramuka" jelasnya

Pada kesempatan kegiatan tersebut, hadir sebanyak 220 peserta yang hadir terdiri dari Wakil Ketua Kwarda Prop Jabar, Kepala Perangkat Daerah, unsur Najelis Pembimbing Cabang, Majelis Pembimbing Ranting, Kwartir M.Solihin Muhtar, Sekertaris/PLH kepala Dinas Pendidikan, sekaligus Ketua Kwarcab gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi. Menerima Bantuan 3 unit Kendaraan Roda Dua dalam Rapat Kerja pengurus Cabang gerakan Pramuka, Pimpinan Saka, Andalan Cabang dan Korp Pelatih serta undangan lainnya.






























Editor : E  121  K
             12  4913  L

Minggu, 10 Februari 2019

BUPATI Sukabumi Bersama SEKDINKES, Meresmikan bagi Pelayanan (POSKESDES) Pos Kesehatan Desa dan Semoga Lebih dapat Membantu untuk Menjaga Kesehatan Masyarakat Desa sampai Pelosok di Kp.Gintung

H. Marwan Hamami           H. Harun Arrasid
    Bupati Sukabumi                    Sekdis Kesehatan
Meresmikan Pos Kesehatan Desa
(POSKESDES)
Kampung Gintung, Desa Limbangan, Kecamatan. Sukaraja
    Kabupaten Sukabumi 


Saber Sukabumi,.


Kunjungan kerja Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, ke salahsatu wilayah Kecamatan Sukaraja, dalam rangka untuk Peresmian Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Gintung, Desa Limbangan, Kabupaten Sukabumi. Maka dengan diresmikannya Poskesdes ini, sebagai langkah awal di mulai beroperasinya bagi Pelayanan Kesehatan di Poskesdes Gintung kepada seluruh warga masyarakat, yang terdiri dari kurang lebih penduduknya yang tersebar sekitar 480 KK dan 1.920 jiwa, dan semoga dapat terlayani dengan baik.

Selain itu secara geografis, letak Poskesdes Gintung berada di Lintas antar Desa dan 8 (delapan) kampung. Terdiri dari Kampung Gintung, Babakan Gentong, Citoe, Buniwangi, Ciloa, Legok, Cidadap Pasantren, Babakan, dan di antara lintas Desa Limbangan, Langensari, Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

Poskesdes adalah merupakan bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa, dalam rangka mendekatkan atau menyediakan pelayanan bagi kesehatan dasar di sekitar lingkungan Pos Kesehatan Desa dapat melayani dari segala keluhan masyarakat mengenai kesehatan. Sebelum penanganan bagi kesehatan warga masyarakat, lebih lanjut ke Puskesmas atau ke rumah sakit.

Bupati Sukabumi dalam sambutannya menyampaikan, "Maka dengan adanya Poskesdes ini di tengah tengah lingkungan masyarakat, sangat berperan penting terhadap tingkat kesadaran bagi masyarakat, mengenai arti pentingnya kesehatan, untuk dapat mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana, atau gawat darurat kesehatan secara mandiri.
"Hadirnya Pos Kesehatan Desa (Pokesdes) ini, sangat yang representatif dan memadai bagi diperlukan sebagai penunjang kegiatan layanan kesehatan, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Begitu juga diharapkan semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mampu menjadi ujung tombak dalam mewujudkan tercapainya keberhasilan pelaksanaan pembangunan bidang kesehatan, dan mampu menjawab permasalahan-permasalahan kesehatan di desa. "Sehingga setiap kejadian dapat  terdekteksi secara dini dan bisa ditangani dengan cepat. "Harapan Bupati Sukabumi.

Sementara itu atas nama masyarakat Kecamatan Sukaraja menyampaikan,
"Kami beserta seluruh warga masyarakat, mengucapkan banyak terimakasih yang setinggi tingginya atas semua dukungan Bupati Sukabumi, dan teruntuk kepada Harun Arrasid selaku (Sekertaris) yang mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.
"Dalam pembangunan Poskesdes di wilayah kami, Telah berjalan sukses lancar dengan baik. "Ungkap Camat Sukaraja.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekertaris Kesehatan, Kadis PPKB, Kabag HPA, Camat Sukaraja dan tamu undangan lainya.

























Editor : Erick

Rabu, 06 Februari 2019

"Kuliah Keperawatan memang Mahal, "Kuliah Mangkrak gak Seperti Bangunan Duit Rakyat di Tempat Merawat Mungkin Saja Banyak ?? "Begitu Gaji Perawat di Bawah UMR, "Hati Perawat jadi Melarat.

foto : perawat
melayani pasien orang sakit

Saber Sukabumi,.


Suka duka bagi para Perawat selama ini, memang banyak menjadi bahan perbincangan di kalangan sejumlah kampus mahasiswa keperawatan. Memang semakin bertambahnya mahasiswa namun lulusannya semakin galau, karena gaji di RSUD, RS Swasta dan lain sebagainya masih belum sesuai harapan. Seperti yang diungkapkan oleh seorang Perawat yang kami temui di salahsatu Rumah Sakit yang berada di Sukabumi, sebut saja dia Kusnendi dan tidak mau di jelaskan sebagai Perawat di RS mana, mengatakan.
"Saya di sini sebagai perawat sudah tiga tahun bekerja, untuk melaksanakan kewajiban saya merawat orang sakit, dan tidak sedikit suka duka yang di rasakan oleh kami, apa yang terjadi sedang bekerja bila kami tidak hati hati (septi) merawat atau melayani orang sakit.
"Tetapi kami iklas dan semangat, untuk mengabdi sesuai dari ahli profesi tenaga kami, walau pun gaji kami sampai saat ini, masih tidak sebanding dengan segala pelayanan tanggung jawab kami. "Papar perawat.

Ada pun informasi yang kami terima, dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPC SARBUMUSI) Kota Sukabumi, Surya Adam.
Menurut data yang ia miliki, gaji perawat di bawah UMR masih menjadi dilema, yang dirasakan bagi kalangan parawat di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Surya menjelaskan, "Perawat yang ada di Kota Sukabumi saja menurut data, selain masih banyaknya gaji di bawah Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK), juga banyak kontrak kerjanya tidak jelas.
“Jadi bagaimana pelayanan bisa bagus, pekerja rumah sakitnya saja masih digaji di bawah standar, "Ujar Surya Adam.

Selanjutnya Surya Adam menjelaskan, ketika ditanya persoalan data rumah sakit mana saja yang memberi gaji perawat di bawah UMR, maka Surya mengatakan,
"Jika hal ini belum waktunya di buka, karena persoalan ini hajat hidup orang lain, dan
“Ada juga anggota kami di salah satu rumah sakit itu, jadi kami akan kuatkan dulu di basis keanggotaannya, baru nanti menyusun Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
"Karena jika tidak ada PKB, biasanya pekerja banyak dicurangi. "Tuturnya.

Surya berharap, kepada pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Kerja pun ikut memantau persoalan pekerja yang ada di RS di Sukabumi sekitarnya.
"Sudah kuliahnya mahal-mahal menjadi perawat, kasian kan jika gajinya masih di bawah UMR,” ucapnya.

Sedangkan menurut Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, Didin Sarifudin di selasela pada saat di jam kerja mengatakan,
"Memang perawat itu adalah buruh, namun menurut pantauan selama ini, bagi di tingkat pelayanan RSUD tidak ada yang gaji di bawah UMR.
"Malah mereka itu mendapatkan tunjangan-tunjangan, tapi saya kurang tahu untuk rumah sakit swastanya, "Ungkap Kabid Didin.

Didin menambahkan, "Jika perawat yang ada di RSUD itu tidak masuk serikat buruh, dan UMR-nya tidak disamakan dengan UMR yang diterapkan ke pekerja lain. Jadi menurutnya,
"Perawat yang ada di RSUD itu, telah diatur langsung oleh pemerintah termasuk gajinya. “Perawat di RSUD itu masuk kepada kategori Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mereka ada kemungkinan untuk menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS). "Pungkasnya.


foto : salahsatu lulusan siswa
perawat yang tidak mau di sebutkan namanya.













Editor : E  121  K
              6  13  2                                                                                                                         Pjk.id

Senin, 04 Februari 2019

H. Soffyan Efendi selalu Sigap dan Semangat, dalam Memberikan pelayanan Harmonis kepada Masyarakat yang Melaksanakan perekaman KTP-el Jemput bola Secara aturan. Sesuai dari Surat Edaran KEMENDAGRI pada Kegiatan Sosialisasi sebelumnya.

H. Sofyan Effendi
Kepala
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Sukabumi


Saber Sukabumi,.


Sebelumnya pada waktu kegiatan Sosialisasi pelayanan jemput bola kepada seluruh warga masyarakat yang telah dilaksanakan secara serentak nasional, untuk melakukan perekaman KTP-el, kepada warga masyarakat bagi yang sampai saat ini masih belum memiliki dan melengkapi identitas diri selaku hak pemilih. (27/12/2018).
"Alhamdullilah khususnya kami sebagai dari pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DISDUKCAPIL) Kabupaten Sukabumi dapat berjalan lancar, saat Sosialisasi serentak nasional dilaksanakan. Walau disisi yang lain, masih ada saja kekurangan secara teknis dilapangan, akan tetapi bukan hal yang menjadi rintangan bagi pelayanan kami, dari keterbatasan Alat perekaman KTP-el pada saat Sosialisasi serentak nasional di gelar.
"Untuk itu dengan secara cepat dan tempat, bila ada kendala apapun dapat tertangani oleh pelayanan dari kami dengan baik, agar bagi pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. "Ungkapnya Kpl Dinas H.Sofyan Effendi.

Selanjutnya H.Sofyan Effendi mengatakan,
"Kami selaku pelayanan Disdukcapil kepada masyarakat sudah berkewajiban, yang mana sebelumnya Sosialisasi tersebut dapat berjalan
"Sesuai dari intruksi Surat Edaran yang tertulis (Dirjen DUKCAPIL dengan Nomor : 471.13/24150/DUKCAPIL pada Tanggal 17 Desember 2018). Sekaligus Telah di Tandatangani langsung oleh Mentri Dalam Negri (MENDAGRI), dan selain itu sudah kewajiban bagi pelayanan dari kami kepada seluruh warga masyarakat.

"Adapun kami didalam kegiatan saat waktu Sosialisasi bagi pelayanan jemput bola perekaman KTP-el kepada warga masyarakat, "Agar bagi warga masyarakat selalu terbantu dengan baik dari pelayanan kami, dalam melakukan perekaman KTP-el bagi seluruh warga masyarakat di tanah air, dan teruntuk.
"Sampai saat ini saja, bagi kami pelayanan yang berada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sukabumi, beserta yang berada di Pelayanan Unit wil. UPTD.
"Kami tetap semangat secara sigap, untuk memberikan kenyamanan dalam pelayanan harmonis yang lebih baik terhadap warga masyarakat.

Selebihnya dalam Surat Edaran Mendagri tersebut, yang kami terima selaku pelayanan DISDUKCAPIL di Kabupaten Sukabumi untuk dapat diketahui, dan ditindak lanjuti.
"Bahwa di situ dalam Surat Edaran sudah jelas, dari melalui Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar, yang ditujukan kepada Bupati dan serta Walikota di seluruh Indonesia dapat dilaksanakan segera.
"Terutama kepada instansi pemerintah di jajaran Dukcapil, yang berada di daerah, agar diharapkan dalam Sosialisasi pelayanan jemput bola perekaman KTP-el serentak secara nasional di 514 Kabupaten / Kota, dapat tepat sasaran kepada seluruh warga masyarakat sekitarnya dengan baik, dan sampai tuntas.
"Terlebih lagi untuk menghadapi (PEMILU) bagi Pemilihan Anggota Legislatif (PILEG) dan (PILPRES) Pemilihan Presiden dapat berjalan sukses. "Jelas H. Soffyan Efendi.

Maka dalam informasi ini kami selaku (SS) hanya berharap, kepada seluruh Pemerintah daerah sampai ditingkat bawah, Camat / kepala distrik, lurah, kepala desa / kepala kampung, kepala dusun, kepala lingkungan RT / RW, untuk dapat berperan aktif membantu Atau memberikan dengan cara apapun dalam bentuk Sosialisasi kepada warga masyarakat seluruhnya. Terlebih lagi yang sampai saat ini juga, bagi warga masyarakat yang belum melakukan Perekaman KTP-el samasekali, diharapkan segera.

Adapun dapat diarahkan juga bagi kepada pemilih pemula, ditingkat SMU / SMK / Perguruan Tinggi / Pondok Pesantren, atau bagi warga masyarakat dari suku mana saja, asalkan sebagai indonesia. Begitu juga bagi sanak saudaranya yang sedang berada di Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan / Perusahahaan / Perkantoran yang memiliki jumlah pemilih terkonsentrasi usaha lainnya, sebagai pemilih pemula harap diberitahukan dan dibantu.  **SS**
































Editor : E 121 K

Senin, 28 Januari 2019

Tiket masuk Wisatawan (WNA) di Taman Nasional Situ Gunung, Sempat di Sulap TARZAN jadi Pengunjung Gelap dan Diduga ada Maling Juga didalam Hutan.

Foto : Special
Villa Cemara

Saber Sukabumi,.


Dalam mengungkap informasi yang kami terima, dengan adanya keluhan dari pelayanan diarea Tempat Wisata Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung Kabupaten Sukabumi pada beberapa waktu yang lalu. Bahwa telah sempat terjadi dan menjadi salahsatu Topik atau polemik di dunia maya, Khususnya yang di alami oleh para Pengunjung Wisatawan bagi (WNA) Warga Negara Asing pada saat akan memasuki ke area Tempat Wisata Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung, yang mana sebelumnya para Tamu Wisatawan (WNA) Warga Negara Asing tersebut dari salahsatu tempat VILLA CEMARA.

Selanjutnya para Pengunjung Wisatawan Warga Negara Asing tersebut, pada saat itu di dampingi oleh seorang Pemandu Wisata (gaet) yang datang bersamanya. Setelah para pengunjung Wisatawan WNA sudah melewati pintu Pos gerbang loket utama, tidak lupa dengan sekaligus membayar Tiket masuk, ke Tempat area wisata Taman Nasional Situ Gunung sesuai Tarif yang tertera jelas di Pos pintu loket. Tetapi sebelumnya pada saat itu, mungkin saja dari sejak awal bagi para pengunjung wisatawan WNA tersebut, tidak akan menduga jika ada sesuatu yang ganjil, pada saat pembayaran Tiket masuk saat itu dan semestinya tidak harus tejadi.

Maka dengan informasi tersebut, langkah kami pun selanjutnya untuk melakukan infestigasi lebih dalam lagi, disekitaran tempat area lokasi Wisata Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung, yang mana sesuai dari peran tugas tupoksi kami. Pada saat kami berada di area Lokasi Tempat Wisata Situ Gunung, kami bertemu dengan Rombongan dari salahsatu para Pengunjung Wisatawan Lokal yang sedang menikmati secangkir kopi di warung jajanan warga pribumi, dan kami pun secara langsung untuk menggali informasi kepada para Pengunjung Wisatawan Lokal yang kami temui.

Selain itu bahwa pihak Villa Cemara, dari sejak awal sudah memberikan informasi dan sempat menjadi kekecewaan bagi pihak Villa Cemara, sebagai Pengunjung dari para Wisatawan (WNA) saat itu, untuk berkunjung ke Tempat Wisata Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung pada saat beberapa waktu yang lalu. Sekaligus bagi pihak Villa Cemara, untuk berbagi Pengetahuan dalam mengenai tentang Tiket masuk ke Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung pada saat itu kepada kami, yang mana mengatakan.
"Karena banyak yang tanya perihal Pertiketan dan kebetulan dapet cerita, ada yang masuk ke Tempat Wisata Taman Nasional Situ Gunung, tetapi sampai gak dikasih bukti tiket.

Maka dengan ini, "Villa Cemara berbagi pengetahuan tentang tiket masuk ke Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung, dan Sekalian Mau cerita sedikit nih.
"Kejadian hampir menimpa tamu Villa Cemara, Modus yang hampir terjadi sama tamu Villa Cemara adalah, dari oknum di gerbang pintu masuk. Dengan meminta bayar tiket masuk jembatan 'SEKALIAN', dengan tiket masuk di gerbang utama, saya sarankan"Jangan mau.
"Karena dari manajemen Taman Nasional dan tiket Jembatan gantung sangat BERBEDA.
Jadi jangan mau di Sekali'in bayarnya, saya harapkan di ingat Himbauan dari Villa Cemara.

 1. Tiket masuk area Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung ini wajib dibeli, untuk tanda masuk ke area Taman Nasional, atau saat kita akan memasuki gerbang Taman Nasional. Untuk hari biasa Rp. 16,000,-, Hari Sabtu/Minggu/Libur Rp. 18,500,-. Untuk kita bagi pengunjung WAJIB minta tiket sesuai pembelian, Kalau gak dikasih maksa aja. Pokoknya harus dapet tiket bila kita sudah membayar, Hak kita juga sebagai pengunjung untuk dapet tiket, selalu Cek dari jumlah tiket yang diberikan. Bayar 5, harus dapet 5 lembar.

2. Tiket masuk ke Suspension Bridge a.k.a.Jembatan Gantung. Tertera berapa dan jumlahnya. Lagi-lagi WAJIB diminta dari bukti Tiket masuk suspension brigde, harga Tiketnya adalah Rp. 50,000,- per orang, termasuk welcome drink & snack di area De Balcone.

3. Setelah bayar, kita dapet gelang kertas berbarcode. dan ini WAJIB karena gak bisa lewat jembatan kalo gak pake ini. Sebelumnya cek terlebih dahulu gelang kertas berbarcode tersebut, Takutnya cuman hanya berbarcode Scand lukisan, dan tampa terbaca discan.

Adapun dari pengunjung Wisatawan lokal yang memberikan informasi kepada kami, mengatakan. "Kami berkunjung ke sini bersama rekan, berjumlah 8 (delapan orang) memakai 5 (lima) kendaraan sepedah motor roda 2 (dua), dan rombongan kami sebagai pengunjung dari daerah Parungkuda.
"Saat itu setelah kami tiba di area Pintu masuk pada Pos pelayanan gerbang utama, di Tempat Lokasi Wisata Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung, dan
"Kami secara langsung sudah di hadangnya, oleh beberapa petugas pelayanan Pos Tiket untuk memasuki ke area Lokasi Tempat Wisata Situ Gunung, tetapi pada saat itu kami sempat merasa heran dan tersirat didalam pikiran yang menjadi pertanyaan bagi kami.

Selebihnya dari keterangan Wisatawan lokal mengatakan, "Begitu setelah kami seluruhnya sudah selesai membayar Tiket masuk ke area lokasi, kami pun sama dan sempat pernah mengalami cerita seperti ini, yang pada saat itu tidak sekaligus diberikan berupa Tanda bukti Tiket masuk, sebagai Hak kami untuk memiliki Tiket selaku pengunjung ke tempat ini.
"Tetapi kejadian itu di Waktu pergantian Tahun baru 2018 yang lalu, dan Saat itu kami Awal baru pertama kali berkunjung ke tempat Situ Gunung ini untuk melihat Jembatan Gantung.

"Tetapi pada saat kunjungan hari minggu kemarin, kami yang ke dua kalinya berkunjung ke tempat Wisata Alam Situ Gunung tersebut, dan bagi kami adalah hanya cukup sebagai pengalaman yang sangat berharga untuk sekedar diketahui saja selaku Wisatawan lokal.
"Maka yang menjadi pertanyaan kami selaku Pengunjung Wisatawan Lokal di Sukabumi, Apakah ada yang sama, bagi di Tempat pelayanan pintu loket Wisata yang lainnya, Seperti kisah cerita yang di Alami oleh para Pengunjung Wisatawan (WNA) Warga Negara Asing tersebut, dan kemungkinan kesempatan Maling apapun pasti ada, dengan segala caranya.
"Coba saja misalkan dari Harga tiket masuk, Rp.16,000 / Rp.18,500 atau Rp.50,000 x 100 pengunjung yang tidak di kasih tiket, Maka dari kerugian Objek Wisata dimana pun berada tidak akan terhitung dari nilai kerugiannya, akibat dampak hama yang memakanya.
"Terkadang ada objek wisata yang tidak terawat, karena uang masuk di embat sama penjaga yang tidak ngasih karcis masuk. "Ungkapnya Pengunjung Wisatawan lokal.

Foto : Warga Kanada
Saat Berada Di Pintu Gerbang Utama Jembatan Gantung




































Redatur : 3   121   X
                 12   491  31_

Kamis, 03 Januari 2019

KAPOLDA Jabar, Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I,. Secara Sigap Memberikan Bantuan Logistik dan Memimpin Langsung Penanggulangan Bencana Alam Cisolok Sukabumi.

Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I
Kapolda Jawa Barat
&
AKBP. Nasriadi, SH, S.I.K, M.H
Kapolres Sukabumi
Saat Meninjau Bencana Alam Tanah Longsor
Kp. Cimapag Desa Sirnaresmi  Kec. Cisolok Kab. Sukabumi


Saber Sukabumi,.

KAPOLDA Jawa BaratIrjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I,. Saat meninjau Lokasi Bencana Alam Tanah Longsor di Kp. Cimapag, Desa. Sirnaresmi, Kecamatan. Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Dengan menggunakan pesawat helicopter, dan secara Sigap langsung untuk memimpin dalam upaya Penanggulangan Bencana Alam tersebut, yang sekaligus di Dampingi bersama Kapolres Sukabumi AKBP. Nasriadi, SH, S.I.K, M.H, dengan Jajaran personelnya.

Selanjutnya dalam Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto sebagai wujud dari kepedulian Jajaran Polda Jabar, terhadap korban bencana dan merupakan bentuk kongkrit  bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Selain itu juga jajaran Kepolisian Jawa Barat melaksanakan Memberikan Bantuan kepada korban bencana Longsor Cisolok Sukabumi.

Informasi yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., (2/1/2019). Perkuatan personel dari Polda Jabar yang diterjunkan langsung  untuk mempercepat penanggulangan darurat kepada korban bencana di lokasi tanah longsor, Kampung Cimapag Desa Sirnaresmi Kec. Cisolok Kabupaten Sukabumi keseluruhannya berjumlah 277 Personel. Antara lain :

1. Polres Sukabumi :  140 personel 
2. Sat Brimob Polda Jabar :  75 personel 
3. Dit Sabhara Polda Jabar :  9 personel 
4. DVI Bid Dokkes Polda Jabar :  9 personel 
5. K-9 Dit Sabhara Polda Jabar :  9 personel 
6. Sat Sabhara Polda Jabar :  25 personel

Saat ini Korban Longsor Sukabumi Bertambah: 5 Meninggal, 38 Masih Dicari
Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban longsor yang menimbun 30 unit rumah terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan di Dusun Garehong Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bencana longsor terjadi (31/12/2018) pukul 17.30, WIB.

Data sementara per (1/1/2019) pukul 10.00 WIB, dari Posko Tanggap Darurat di Desa. Sirnaresmi tercatat 32 KK (107 jiwa) terdampak longsor dimana:

- 5 orang meninggal dunia.
- 3 orang luka-luka.
- 61 orang selamat dan ditempatkan di pengungsian.
- 38 orang belum ditemukan.

Pada hari ini hingga pukul 10.00 WIB ditemukan 3 korban meninggal dunia yaitu satu orang laki-laki, satu orang perempuan dan satu orang bayi. Sebelumnya, pada 31/12/2018 malam ditemukan 2 orang korban dalam meninggal dunia dimana satu laki-laki dan satu perempuan, sehingga total korban meninggal hingga saat ini 5 orang.

Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap 38 orang korban yang diduga masih tertimbun longsor.
Pencarian masih dilakukan secara manual karena alat berat sulit didatangkan di lokasi bencana. Maka dengan secara cepat Tiga alat berat sudah disiapkan namun masih sulit didatangkan ke lokasi karena akses jalan yang sempit, berbukit dan medannya berat.

Bantuan terus berdatangan tapi terhambat oleh banyaknya masyarakat yang melihat bencana disaat waktu liburan kemarin, dan Wisata banyak juga yang ingin melihat bencana seperti ini. Masyarakat berdatangan ingin melihat lokasi bencana, Ada juga ingin menengok dan membantu kerabat yang terkena bencana, atau hanya Foto selfy di lokasi. Kondisi jalan yang sempit menyebabkan bantuan, baik personil SAR, logistik, ambulan dan sebagainya terhambat kemacetan.


Muatan Logistik Bantuan
POLDA JAWA BARAT


































Redatur : Erick
                 Ragiel