Selamat Datang di zona anti korupsi, Bila ada Temuan Tindak Pidana Korupsi dan Pidana Umum Hubungi : contact person 085720000524

Senin, 28 Januari 2019

Tiket masuk Wisatawan (WNA) di Taman Nasional Situ Gunung, Sempat di Sulap TARZAN jadi Pengunjung Gelap dan Diduga ada Maling Juga didalam Hutan.

Foto : Special
Villa Cemara

Saber Sukabumi,.


Dalam mengungkap informasi yang kami terima, dengan adanya keluhan dari pelayanan diarea Tempat Wisata Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung Kabupaten Sukabumi pada beberapa waktu yang lalu. Bahwa telah sempat terjadi dan menjadi salahsatu Topik atau polemik di dunia maya, Khususnya yang di alami oleh para Pengunjung Wisatawan bagi (WNA) Warga Negara Asing pada saat akan memasuki ke area Tempat Wisata Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung, yang mana sebelumnya para Tamu Wisatawan (WNA) Warga Negara Asing tersebut dari salahsatu tempat VILLA CEMARA.

Selanjutnya para Pengunjung Wisatawan Warga Negara Asing tersebut, pada saat itu di dampingi oleh seorang Pemandu Wisata (gaet) yang datang bersamanya. Setelah para pengunjung Wisatawan WNA sudah melewati pintu Pos gerbang loket utama, tidak lupa dengan sekaligus membayar Tiket masuk, ke Tempat area wisata Taman Nasional Situ Gunung sesuai Tarif yang tertera jelas di Pos pintu loket. Tetapi sebelumnya pada saat itu, mungkin saja dari sejak awal bagi para pengunjung wisatawan WNA tersebut, tidak akan menduga jika ada sesuatu yang ganjil, pada saat pembayaran Tiket masuk saat itu dan semestinya tidak harus tejadi.

Maka dengan informasi tersebut, langkah kami pun selanjutnya untuk melakukan infestigasi lebih dalam lagi, disekitaran tempat area lokasi Wisata Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung, yang mana sesuai dari peran tugas tupoksi kami. Pada saat kami berada di area Lokasi Tempat Wisata Situ Gunung, kami bertemu dengan Rombongan dari salahsatu para Pengunjung Wisatawan Lokal yang sedang menikmati secangkir kopi di warung jajanan warga pribumi, dan kami pun secara langsung untuk menggali informasi kepada para Pengunjung Wisatawan Lokal yang kami temui.

Selain itu bahwa pihak Villa Cemara, dari sejak awal sudah memberikan informasi dan sempat menjadi kekecewaan bagi pihak Villa Cemara, sebagai Pengunjung dari para Wisatawan (WNA) saat itu, untuk berkunjung ke Tempat Wisata Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung pada saat beberapa waktu yang lalu. Sekaligus bagi pihak Villa Cemara, untuk berbagi Pengetahuan dalam mengenai tentang Tiket masuk ke Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung pada saat itu kepada kami, yang mana mengatakan.
"Karena banyak yang tanya perihal Pertiketan dan kebetulan dapet cerita, ada yang masuk ke Tempat Wisata Taman Nasional Situ Gunung, tetapi sampai gak dikasih bukti tiket.

Maka dengan ini, "Villa Cemara berbagi pengetahuan tentang tiket masuk ke Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung, dan Sekalian Mau cerita sedikit nih.
"Kejadian hampir menimpa tamu Villa Cemara, Modus yang hampir terjadi sama tamu Villa Cemara adalah, dari oknum di gerbang pintu masuk. Dengan meminta bayar tiket masuk jembatan 'SEKALIAN', dengan tiket masuk di gerbang utama, saya sarankan"Jangan mau.
"Karena dari manajemen Taman Nasional dan tiket Jembatan gantung sangat BERBEDA.
Jadi jangan mau di Sekali'in bayarnya, saya harapkan di ingat Himbauan dari Villa Cemara.

 1. Tiket masuk area Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung ini wajib dibeli, untuk tanda masuk ke area Taman Nasional, atau saat kita akan memasuki gerbang Taman Nasional. Untuk hari biasa Rp. 16,000,-, Hari Sabtu/Minggu/Libur Rp. 18,500,-. Untuk kita bagi pengunjung WAJIB minta tiket sesuai pembelian, Kalau gak dikasih maksa aja. Pokoknya harus dapet tiket bila kita sudah membayar, Hak kita juga sebagai pengunjung untuk dapet tiket, selalu Cek dari jumlah tiket yang diberikan. Bayar 5, harus dapet 5 lembar.

2. Tiket masuk ke Suspension Bridge a.k.a.Jembatan Gantung. Tertera berapa dan jumlahnya. Lagi-lagi WAJIB diminta dari bukti Tiket masuk suspension brigde, harga Tiketnya adalah Rp. 50,000,- per orang, termasuk welcome drink & snack di area De Balcone.

3. Setelah bayar, kita dapet gelang kertas berbarcode. dan ini WAJIB karena gak bisa lewat jembatan kalo gak pake ini. Sebelumnya cek terlebih dahulu gelang kertas berbarcode tersebut, Takutnya cuman hanya berbarcode Scand lukisan, dan tampa terbaca discan.

Adapun dari pengunjung Wisatawan lokal yang memberikan informasi kepada kami, mengatakan. "Kami berkunjung ke sini bersama rekan, berjumlah 8 (delapan orang) memakai 5 (lima) kendaraan sepedah motor roda 2 (dua), dan rombongan kami sebagai pengunjung dari daerah Parungkuda.
"Saat itu setelah kami tiba di area Pintu masuk pada Pos pelayanan gerbang utama, di Tempat Lokasi Wisata Taman Nasional Gede Pangrango Situ Gunung, dan
"Kami secara langsung sudah di hadangnya, oleh beberapa petugas pelayanan Pos Tiket untuk memasuki ke area Lokasi Tempat Wisata Situ Gunung, tetapi pada saat itu kami sempat merasa heran dan tersirat didalam pikiran yang menjadi pertanyaan bagi kami.

Selebihnya dari keterangan Wisatawan lokal mengatakan, "Begitu setelah kami seluruhnya sudah selesai membayar Tiket masuk ke area lokasi, kami pun sama dan sempat pernah mengalami cerita seperti ini, yang pada saat itu tidak sekaligus diberikan berupa Tanda bukti Tiket masuk, sebagai Hak kami untuk memiliki Tiket selaku pengunjung ke tempat ini.
"Tetapi kejadian itu di Waktu pergantian Tahun baru 2018 yang lalu, dan Saat itu kami Awal baru pertama kali berkunjung ke tempat Situ Gunung ini untuk melihat Jembatan Gantung.

"Tetapi pada saat kunjungan hari minggu kemarin, kami yang ke dua kalinya berkunjung ke tempat Wisata Alam Situ Gunung tersebut, dan bagi kami adalah hanya cukup sebagai pengalaman yang sangat berharga untuk sekedar diketahui saja selaku Wisatawan lokal.
"Maka yang menjadi pertanyaan kami selaku Pengunjung Wisatawan Lokal di Sukabumi, Apakah ada yang sama, bagi di Tempat pelayanan pintu loket Wisata yang lainnya, Seperti kisah cerita yang di Alami oleh para Pengunjung Wisatawan (WNA) Warga Negara Asing tersebut, dan kemungkinan kesempatan Maling apapun pasti ada, dengan segala caranya.
"Coba saja misalkan dari Harga tiket masuk, Rp.16,000 / Rp.18,500 atau Rp.50,000 x 100 pengunjung yang tidak di kasih tiket, Maka dari kerugian Objek Wisata dimana pun berada tidak akan terhitung dari nilai kerugiannya, akibat dampak hama yang memakanya.
"Terkadang ada objek wisata yang tidak terawat, karena uang masuk di embat sama penjaga yang tidak ngasih karcis masuk. "Ungkapnya Pengunjung Wisatawan lokal.

Foto : Warga Kanada
Saat Berada Di Pintu Gerbang Utama Jembatan Gantung




































Redatur : 3   121   X
                 12   491  31_

Kamis, 03 Januari 2019

KAPOLDA Jabar, Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I,. Secara Sigap Memberikan Bantuan Logistik dan Memimpin Langsung Penanggulangan Bencana Alam Cisolok Sukabumi.

Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I
Kapolda Jawa Barat
&
AKBP. Nasriadi, SH, S.I.K, M.H
Kapolres Sukabumi
Saat Meninjau Bencana Alam Tanah Longsor
Kp. Cimapag Desa Sirnaresmi  Kec. Cisolok Kab. Sukabumi


Saber Sukabumi,.

KAPOLDA Jawa BaratIrjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.S.I,. Saat meninjau Lokasi Bencana Alam Tanah Longsor di Kp. Cimapag, Desa. Sirnaresmi, Kecamatan. Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Dengan menggunakan pesawat helicopter, dan secara Sigap langsung untuk memimpin dalam upaya Penanggulangan Bencana Alam tersebut, yang sekaligus di Dampingi bersama Kapolres Sukabumi AKBP. Nasriadi, SH, S.I.K, M.H, dengan Jajaran personelnya.

Selanjutnya dalam Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto sebagai wujud dari kepedulian Jajaran Polda Jabar, terhadap korban bencana dan merupakan bentuk kongkrit  bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Selain itu juga jajaran Kepolisian Jawa Barat melaksanakan Memberikan Bantuan kepada korban bencana Longsor Cisolok Sukabumi.

Informasi yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., (2/1/2019). Perkuatan personel dari Polda Jabar yang diterjunkan langsung  untuk mempercepat penanggulangan darurat kepada korban bencana di lokasi tanah longsor, Kampung Cimapag Desa Sirnaresmi Kec. Cisolok Kabupaten Sukabumi keseluruhannya berjumlah 277 Personel. Antara lain :

1. Polres Sukabumi :  140 personel 
2. Sat Brimob Polda Jabar :  75 personel 
3. Dit Sabhara Polda Jabar :  9 personel 
4. DVI Bid Dokkes Polda Jabar :  9 personel 
5. K-9 Dit Sabhara Polda Jabar :  9 personel 
6. Sat Sabhara Polda Jabar :  25 personel

Saat ini Korban Longsor Sukabumi Bertambah: 5 Meninggal, 38 Masih Dicari
Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban longsor yang menimbun 30 unit rumah terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan di Dusun Garehong Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bencana longsor terjadi (31/12/2018) pukul 17.30, WIB.

Data sementara per (1/1/2019) pukul 10.00 WIB, dari Posko Tanggap Darurat di Desa. Sirnaresmi tercatat 32 KK (107 jiwa) terdampak longsor dimana:

- 5 orang meninggal dunia.
- 3 orang luka-luka.
- 61 orang selamat dan ditempatkan di pengungsian.
- 38 orang belum ditemukan.

Pada hari ini hingga pukul 10.00 WIB ditemukan 3 korban meninggal dunia yaitu satu orang laki-laki, satu orang perempuan dan satu orang bayi. Sebelumnya, pada 31/12/2018 malam ditemukan 2 orang korban dalam meninggal dunia dimana satu laki-laki dan satu perempuan, sehingga total korban meninggal hingga saat ini 5 orang.

Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap 38 orang korban yang diduga masih tertimbun longsor.
Pencarian masih dilakukan secara manual karena alat berat sulit didatangkan di lokasi bencana. Maka dengan secara cepat Tiga alat berat sudah disiapkan namun masih sulit didatangkan ke lokasi karena akses jalan yang sempit, berbukit dan medannya berat.

Bantuan terus berdatangan tapi terhambat oleh banyaknya masyarakat yang melihat bencana disaat waktu liburan kemarin, dan Wisata banyak juga yang ingin melihat bencana seperti ini. Masyarakat berdatangan ingin melihat lokasi bencana, Ada juga ingin menengok dan membantu kerabat yang terkena bencana, atau hanya Foto selfy di lokasi. Kondisi jalan yang sempit menyebabkan bantuan, baik personil SAR, logistik, ambulan dan sebagainya terhambat kemacetan.


Muatan Logistik Bantuan
POLDA JAWA BARAT


































Redatur : Erick
                 Ragiel

Kamis, 27 Desember 2018

Letkol Inf Haris Sukarman, Dandim 0622/Kab.Sukabumi. Peresmian jembatan gantung Bersama Masyarakat di Kp. Parakan Telu, Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi.

Letkol Inf Haris Sukarman
Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi
Saat Gunting Pita Peresmian Jembatan Gantung

Saber Sukabumi,.


Dandim 0622/Kab.Sukabumi, Letkol Inf Haris Sukarman dan bersama jajaran Kodim 0622/Kab.Sukabumi. Melaksanakan giat Peresmian jembatan gantung di Kp. Parakan Telu, Desa. Mekar Nangka, Kec. Cikidang Desa binaan Koramil 2204 / Cikidang. Kegiatan ini yang bekerjasama dengan PT. Telkom. Kamis tgl 27, Desember 2018.

Kegiatan peresmian jembatan gantung ini yang secara langsung diresmikan oleh Dandim 0622/Kab.Sukabumi, dilaksanakan pada pukul 11.00 Wib. Dalam peresmian jembatan gatung ini Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi berpesan,
"Kepada seluruh masyarakat Desa Parakan Telu, agar merawat jembatan gantung ini, dan jadikan jembatan ini untuk saling silohturahmi dengan masyarakat yang lain, dan timbulkan kembali jiwa gotong royong yang zaman sekarang ini sudah memudar, semoga jembatan ini Desa Mekar Nangka Kecamatan  Cikidang menjadi makmur dan sukses dalam menjalani perekonomian setiap harinya. "Papar Dandim

Turut hadir Danramil 2204/Cikidang, Kapolsek Cikidang, Camat Cikidang, Perwakilan Kades Mekar Nangka, Perwakilan Telkom, para Tokoh Ulama serta masyarakat Kampung Parakan Telu Desa. Mekar Nangka Kecamatan. Cikidang, serta para anggota Koramil 2204/Cikidang.

Setelah peresmian Jembatan Gantung, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, memberikan sumbangan buku tulis secara simbolis kepada 10 siswa/i yang berada di desa Mekar Nangka, Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi.

Acara ini selesai pada pukul 12.00 Wib dengan keadaan aman dan terkendali.


"Bersama Rakyat TNI Kuat"
Dandim 0622 / Kabupaten Sukabumi
Bersama
Kapolsek Cikidang, Camat Cikidang
Perwakilan Kades Mekar Nangka, Perwakilan Telkom, para Tokoh Ulama serta masyarakat




































Redatur : 3r!ck

"Hallo KPK, Kejati, Kejagung semoga Tertarik, "Ada apa Tp4d Tercantum dalam SURAT. diduga (DAK) 2018 di SUNAT 20% (PUNGLI) Oknum DISDIK Kab, SUKABUMI & Seperti Terkesan Kisah OTT (DAK) Pendidikan Cianjur.


Saber Sukabumi,.

Dugaan kepada X (KABID) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, yang menyunat (PUNGLI) dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) jamban Tahun 2018 sekitar ( 20% ).
Kisah cerita seperti ini sudah Terkesan menjadi perbincangan yang hangat dilapangan, dan tidak luput dari kemungkinan, Apakah bisa mengkerucut ke yang lebih diatas untuk di simak.

Lokasi pembangunan jamban tersebut, ada di beberapa titik yang tersebar di Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya setelah kami selusuri atau untuk menggali investigasi lebih dalam dilapangan, pada Lembaga Sekolah SDN di sekitaran wilayah LENGKONG Kabupaten Sukabumi. Kami secara langsung bertemu dangan salahsatu warga masyarakat, yang berada di sekitaran lokasi Sekolah penerima pemanfaatan dalam pembangunan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) jamban Tahun 2018 tersebut, dan secara kebetulan kami juga bertemu dengan rekan saat itu.

Saat itu juga, kami langsung Menanyakan wawancara dari seputar pembangunan tersebut kepada warga yang kami temui, untuk sekiranya dapat menggali informasi lebih secara rinci, yang sekaligus pada saat itu juga kami, saling bertukar informasi didalam prihal yang dimaksud kepada rekan kami, dan Mengatakan.
"Selaku warga, saya hanya mengetahui didalam aktifitas awal pelaksanaan pembangunan diarea lokasi Sekolah tersebut memang belum lama dilaksanakan, kurang lebih antara empat (4) bulan yang lalu Agustus 2018.
"Kami juga hanya sebatas melihat saja, bahwa di sekolah tersebut memang ada pembangunan jamban saat itu, begitu juga ada keponakan kami yang sekolah disitu, sementara mungkin itu saja dulu yang saya ingat. "Ungkap warga.

Sementara dari keterangan rekan kami, mengatakan "Mungkin sebelumnya bagi harapan dari Pemerintah Pusat dalam upaya menikatkan sarana pendidikan agar semakin lebih baik, Khususnya bagi pembangunan pada setiap sekolah dari melalui anggaran (DAK) T A 2018, untuk peruntukan didalam pembangunan jamban yang tersebar di Kabupaten Sukabumi. Maka pada saat (DAK) itu akan di kucurkan, sebelumnya dengan harapan
"Bahwa agar program tersebut bisa terserap dengan baik dan harus bermanfaat bagi setiap sekolah, yang mana dalam Pelaksanaan kegiatan tersebut, dilaksanakan oleh Pelaksanaan Pembangunan Sekolah, dengan mekanisme Swakelola dalam kegiatanya, dan sesuai ketentuan juknis.

"Tetapi apa yang terjadi dilapangan, ternyata Kepala Sekolah SDN di sekitaran Lengkong pada saat di konfirmasi oleh saya sendiri, dengan terkait didalam peruntukan untuk pemanfaatan penggunaan pembangunan dari (DAK) jamban tersebut, ("Rek : Visual")
"Ada potongan sekitar 20% yang harus di setujui oleh Kepala Sekolah bagi yang mendapakan (DAK) jamban T.A 2018 tersebut, pada saat di komfirmasi oleh saya sendiri. "Papar rekan.

Selanjutnya rekan mengatakan, "Berdasarkan hasil temuan ivestigasi saya dilapangan, saat itu muncul dari dugaan kuat saya, bahwa Oknum di Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Kabupaten Sukabumi, diduga sudah tercium ada indikasi melakukan praktek kotor seperti “Sunatan Massal” atau (PUNGLI), dari Dana Alokasi Khusus (DAK) jamban T A 2018.
"Hal ini diperkuat sebelumnya oleh keterangan dari salahsatu Kepala Sekolah yang menerima DAK tersebut, yang tadi saya sudah jelaskan.
"Bahwa sebelumnya juga telah menyatakan kekecewaannya, karena ketika menerima dana yang dialokasikan untuk pembangunan jamban, jumlahnya bisa menyusut akibat di ”Sunat” terlebih dahulu, dengan dalih sebagai tanda terima kasih atas koordinasi pencairan dari dana tersebut oleh Oknum yang berada di Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. "Ungkap rekan denga jelasnya.

Rekan kami menambahkan, "Hal tersebut sangat ironis, mengingat kegiatan Pembangunan jamban DAK didampingi adanya dari Tim Pangawal Pangaman Pemerintah Pembangunan Daerah ( TP4D ), dalam hal ini Ke Kejaksan Cibadak Sukabumi. Namun bagi saya sendiri jadi banyak pertanyaan yang sangat disesalkan, dan diduga ada apa yah.
"Masalah ini jika memang benar terjadi, harus dikawal ke ranah hukum yang lain, walaupun sampai ke tingkat KPK.

"Karena bagi saya sendiri jadi kurang mengerti, dengan secara tibatiba yang saya ketahui juga, ada Surat Penyataan dari selaku Pihak Kepala Sekolah, yang mana didalam isi Surat tersebut, yang diketahui oleh pihak 5 (lima) Orang KEPSEK, serta unsur DINAS dan TP4D.
"Bahwa yang seolah olah, dari sebanyak 5 (lima) orang Kepala sekolah, diduga kuat telah melakukan pembohongan publik, membuat Surat Pernyataan yang terkesan untuk cuci tangan, yang berbunyi dengan sarat kepentingan untuk merekayasa secara sengaja, dengan maksud untuk Pembelaan atau Menyangkal ucapannya yang sebelumnya telah direkam oleh saya sendiri, ketika di konfirmasi dari seputar Program DAK tersebut. "Jelas rekan.

Maka dengan adanya dugaan Kasus seperti ini, harapan kami harus diusut hingga tuntas, oleh pihak pihak hukum yang terkait, dan bila benar ini terjadi telah mencederai dunia Pendidikan bagi Kabupaten Sukabumi.

Seperti belum lama ini telah terjadi OTT oleh pihak KPK terhadap BUPATI Cianjur Irvan, Cecep Sobandi selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin selaku Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, dan Tubagus Cepy Sethiady yang merupakan kakak ipar Irvan. Keempatnya kini telah ditahan KPK.

Bupati irvan diduga memeras kepala SMP di Cianjur terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan senilai Rp 46,8 miliar. Dana itu kemudian dipotong sebesar 14,5 persen oleh Irvan dan sejumlah pihak lainnya.

Contoh
Kegiatan dalam Pembangunan
DAK jamban T.A 2018
Kabupaten Sukabumi






               

















Redatur : 3r!ck
                 Ragiel

Selasa, 25 Desember 2018

Program 'BELANJA JALAN PERTANIAN' thn 2018. Terkesan NGAUR Asal Jadi dan Diduga telah Mengundang dari REAKSI 2 (Dua) LSM, untuk Melakukan AUDENSI pengerahan MASSA tapi Tidak Jadi, yang Penting PETANI Dinas HEPPY. tidak Seperti VISI'MISI bagi INFRASTRUKTUR baik Menguntungkan Hasil TANI.



(Detail Paket)
(Belanja Jalan Pertanian)
Dinas Pertanian
Kabupaten Sukabumi


Saber Sukabumi,.


Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam merumuskan perencanaan pembangunan daerah, memiliki Visi pembangunan yang merepresentasikan keinginan kepala daerah terpilih selama masa kepemimpinannya. Visi pembangunan merupakan hal penting dan utama, untuk menyatukan cita dan cipta bersama bagi seluruh komponen dalam pencapaian pembangunan daerah, yang sesuai dengan perkembangan permasalahan dalam pembangunan atau isu strategis yang dihadapi oleh Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, Visi juga dibangun sebagai usaha bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menyamakan dan menyelaraskan pandangan, tentang apa yang ingin dicapai dalam satu periode pembangunan daerah dapat tercapai. Maka bagi Pemerintah daerah selalu fokus pada peningkatan dan pemerataan kesejahteraan di wilayah, yang secara berkesinambungan dengan konsisten. Hal ini dikarenakan masih cukup banyaknya, yang berada di wilayah pelosok pelosok perdesaan di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya, dengan melalui jalur darat saja masih cukup sulit untuk dijangkau secara cepat bagi para petani. Khususnya bagi akses jalan infrastruktur untuk pertanian yang lebih baik dan lancar, dapat untuk menikmati dari hasil pembangunan daerah, baik dari segi sosial maupun ekonomi.

Seperti yang telah terjadi, didalam suatu Pekerjaan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi pada saat Tahun Anggaran 2018 yang lalu saja, yang mana sebelumnya dengan adanya dari suatu program didalam kegiatan pekerjaan kontruksi pada "Belanja Jalan Pertanian" yang selesai dilaksanakan dan telah berjalan, sudah terkesan tidak tepat sasaran. Bahwa dalam saat pelaksanaan pengerjaan kegiatan tersebut dilakukan, antara Bulan Agustus hingga Oktober 2018 yang lalu, seperti Ngaur dalam pekerjaanya, dan telah mengundang Reaksi dari 2 (Dua) LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM) yang Melayangkan SURAT untuk melakukan AUDENSI atau Pengerahan Massa .......... ???

Selanjutnya dengan berdasarkan dari hasil beberapa sumber informasi warga sekitar maupun termasuk yang diketahui oleh kami, bahwa kemungkinan pada saat dilaksanakan pengerjaan kegiatan tersebut, antara Bulan Agustus hingga Oktober 2018.

Adapun keluhan, dari selaku tokoh warga masyarakat yang bersebelahan dengan kampung pada lokasi pekerjaan Belanja Jalan Pertanian yang di maksud, yang berada disekitar jalan akses pertanian Leuweung Hejo-Cikareo, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya tokoh warga masyarakat tersebut keberatan bila disebutkan namanya.dan Mengatakan,
"Jalanan ini semula hanya tanah, cuman dipasangi bebatuan saja, dan sekarang "yaa kayak gini, contohnya seperti pecahan batu besar dari gunung, yang terlempar berserakan ke jalan tidak beraturan, dari akibat dampak musibah bencana alam, dan seperti malah semakin mau bikin tambah musibah saja. Khususnya bagi siapa saja yang akan melintasi pada akses lokasi pekerjaan jalan tersebut, yang mana dari "Panjang ruas jalan yang dikerjakan sekitar 400 meter dan lebar 2,5 meter, dan itupun kondisi hasilnya cuman hanya sebatas bebatuan yang tidak tersusun secara beraturan, dari ukuran besar atau kecilnya batu batu yang telah di kerjakan, pada suatu program Belanja Jalan Pertanian tersebut. "Ungkapnya.

Selebihnya warga masyarakat tersebut, menambahkan dengan keterangan.
"Selain jalan di akses jalur utama bagi para petani, jalan itu juga terhubung ke Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap. Maka dari ruas jalan pertanian Leuweung Hejo-Cikareomen saja, sudah termasuk juga dari salahsa tu jadi akses utama bagi petani penggarap di wilayah sekitar. Baik petani palawija, pengrajin gula kelapa. "Serta pada saat itu juga, dalam waktu pelaksanaan pengerjaan Belanja Jalan Pertanian saat dilakukan pada lokasi tersebut, berbarengan dengan pekerjaan jembatan saat itu, yang mana dari panjang pekerjaan jembatan tersebut sekitar 4 meter yang melintas di atas Sungai Cibungur. "Paparnya.

Maka kami disela sela waktu, untuk memcoba komfirmasi didalam Program Kegiatan itu melalui Seluler, kepada Ir. Dosen selaku Kepala Bidang Tanaman dan Holkitura pada Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi. Mengatakan,
"Untuk Jalan Pertanian yang dinilai rusak kembali, bisa karena sudah dibangun sejak Maret lalu (10 bulan) dan digunakan kendaraan keluar masuk yang belum bisa dikontrol tonasenya, sehingga bepengaruh terhadap kondisi jalan, apalagi jalan tersebut hanya pekerjaan pengerasan batu/onderlagh. Untuk perbaikan jalan masih ada jaminan pemeliharaan oleh CV pelaksana.

Lanjut Dosen, "Untuk pekerja melibatkan/kerjasama dengan Poktan, karena diupayakan menggunakan pekerja lokal (masyarakat/poktan), sehingga mereka ikut tanggungjawab/rasa memiliki dlm pemeliharaan jalan pertanian pasca proyek, dan biasanya pekerjaannya bisa jadi lebih baik. "Katanya.
"Ya memang ada juga dari sebagian yang pekerjaannya telah selesai sekitar 3 bulan lalu, dan secara kebetulan saya kemarin monev ke lokasi tersebut dengan aparat Desa serta konsultan pengawas tidak ada kerusakan. "Katanya lagi Dosen.

Maka sesuai dengan analisis dalam isu strategis pada Pembangunan di Kabupaten Sukabumi selama ini, selalu saja sering terjadi bila kami sedang berada dilapangan, dan menemukan dari salahsatu pekerjaan pembangunan seperti kontruksi yang belum lama selesai didalam pelaksanaan waktu pembangunannya. Tetapi ada saja dari beberapa titik pembangunan hasil temuan kami dilapangan, yang terkesan asal jadi (Tidak sesuai spesifikasi) yang penting pemanfaatan bagi seluruh warga masyarakat, Bee Heppy sambil menunggu ada kucuran dari anggaran yang baru lagi untuk dapat di nikmati.

Selebihnya didalam pembangunan fisik apa saja, bisa terjadi ada perkeliruan dalam pembangunan yang memang asal jadi dalam kurun waktu setahun sekali, dan paling kuat dari kwalitas pembangunan tersebut, tidak kurang hanya cukup sebatas waktu saat ada kucuran anggaran baru turun kembali.
Seperti dari salahsatu contoh, yang telah di sampaikan sebelumnya oleh warga masyarakat Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas. Dalam suatu pekerjaan pada program "Belanja Jalan Pertanian" 2018 tersebut, yang mana terdapat ada sekitar kurang lebih 22 / 30 titik pekerjaan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi. Ratarata dengan nilai anggaran kurang dari 200 Juta (penunjukan langsung/PL), dari Total Anggaran untuk keseluruhan, diperkirakan mencapai 4 sampai hingga 5 milyar.

Maka kesimpulan Kami, Pekerjaan tersebut diduga tidak tepat guna atau tidak tepat sasaran. Maka sepatutnya program pekerjaan tersebut di Lakukan oleh Dinas PU, agar kondisi pada pekerjaan bisa lebih maksimal secara lebih baik, serta diharapkan akan semakin realisasi bagi suatu keseimbangan antara pilar ekonomi, lingkungan, dan sosial. Maupun dalam perwujudan kondisi masyarakat terbukti untuk lebih baik, berkeadilan sosial, dan sekaligus dapat mengurangi risiko kerusakan lingkungan. Apabila didalam pembangunan apapun dapat ditata atau di serap dengan secara baik, dan begitu juga bagi Anggaran yang telah di kucurkan, agar di pertanggung jawabkan.
Foto : Ragil G
Program Pembangunan
"BELANJA JALAN PERTANIAN"
Tahun Anggaran 2018
Jalan akses Pertanian Leuweung Hejo-Cikareo
Desa Sidamulya Kecamatan Ciemas
Kabupaten Sukabumi



































Redatur : Asep Ragiel
                 3r!ck

Senin, 24 Desember 2018

Delapan Tahun, Kakek Tua dan Anak Putus Sekolah Huni di Saung Kumuh berdingding Bilik Rapuh di Sagaranten Kabupaten Sukabumi.

Kakek tua / Bapak Majen
Berada di Perataran depan Gubuk
Hunian Tempat Tinggalnya.

Saber Sukabumi,.



Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, pada saat beberapa waktu yang lalu, lebih tepatnya di bulan November 2018. Sebelumnya telah Membentuk atau Berkomitmen secara bersama, untuk menandatangani dari suatu Program Kotaku, demi Mewujudkan Kolaborasi dalam Percepatan Penanganan Kumuh.

Program tersebut merupakan dari Program Pemerintah Pusat, yang mana telah diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015. Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, yang memiliki target 100% akses air minum, nol% kawasan Permukiman Kumuh dan 100% akses sanitasi Layak atau Lazim, yang disebut 100-0-100 (seratus nol seratus).

Namun sebelumnya disisi lain, pada Program untuk Realisasi Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di seluruh Jawa Barat, termasuk  bagi Kabupaten Sukabumi. Bahwa hingga saat ini (Rutilahu) telah mencapai 178.500 unit yang tersebar di Jawa Barat, dan Hal ini melebihi target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jabar yaitu 100.000 unit.

Tetapi apa yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, selalu saja Rumah Gubuk Kumuh yang berlapiskan diding bilik Tidak Layak Huni seperti ini sering bermunculan kepermukaan, dan masih saja diketemukan pada sekitar pelosok Kabupaten Sukabumi. Seperti yang kita simak dalam kemasan pemberitaan ini, dari sumber informasi yang mana sebelumnya sudah kami ketahui, sebut saja "Kristiawan Saputra". Bahwa ternyata Rumah gubuk berlapisan bilik bambu yang sudah lapuk dan bolong ini, dengan ukuran panjang kali lebar 2,5 x 2 meter persegi,), telah di Huni oleh seorang Kakek tua, sebut saja Bapak Majen dan anaknya, selama kurun waktu Delapan tahun (8 tahun) lamanya.

Lokasi rumah gubug berlapisan bilik yang sudah rapuk tersebut, tepatnya berada di Kampung Cigaluga, RT. 1, RW 6, Desa Pasanggrahan, Sagaranten Kabupaten Sukabumi. Saung yang mereka huni sama sekali tak nampak seperti hunian, sudah jelas dindingnya hanya berupa bilik bambu yang sudah lapuk dan bolong, dan Ukurannya pun sangat sempit, hanya seluas seperti Kandang hewan atau jamban.

Bagian yang terlhat tampak depan saja, bahwa saung hunian Bapak tua Majen serta Reza selaku anaknya sangat prihatin, dan terkesan sangat kumuh. Sedangkan dari baju jemuran yang terlihat menumpuk, tidak beraturan di beberapa bentangan tali yang dibuat seadanya.
"Bapak Majen itu duda, sudah hampir 15 tahun hidup bersama satu orang anaknya yang putus sekolah," ungkap Salsa (39 tahun) tetangga Majen dan Reza.

Selanjutnya salsa mengatakan, "Lahan yang ditempati bapak tua dan anak tersebut bukan hak milik. Mereka menumpang di saung yang berada di area kebun milik orang lain, dan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Majen serta anaknya Reza selama ini bekerja sebagai serabutan sesuai dengan kemampuannya.
"Kasian jika sekalinya sudah turun hujan, atap saung gubuk biliknya pada bocor, dan anaknya sering mengungsi di tempat pengajian," paparnya.

Melihat kondisi Majen dan Reza, para tetangga berencana akan memindahkan hunian mereka. Secara kebetulan ada seorang tetangga yang memperbolehkan lahannya, jika dibangun hunian untuk Tempat tinggal bapak paruh baya dan anak putus sekolah tersebut.
"Rencananya kami bersama para pemuda setempat akan merehab, dan sekaligus memindahkan lokasinya ke tempat yang sekiranya untuk di huni. Ada lahan pemberian warga, untuk bambu dan kayu sudah tersedia, cuma kendalanya hanya biaya didalam Pembangunan hunian tersebut, Perlu adanya uluran tangan," pungkasnya, salsa. (22/12/2018).


Tampak Samping dan Belakang
Hunian Tempat Tinggal Kakek tua / Bapak Majen.

































Redatur : Asep Ragiel

Rabu, 19 Desember 2018

Acara Indonesian Migrant Worker 2018, Yusuf Kala WAPRES RI kepada BUPATI SUKABUMI, diberikan PENGHARGAAN Kepedulian dalam Perlindungan dan Skill eks Pekerja Migran.

 Wakil Presiden H. Yusuf Kala
Memberikan Penghargaan
Kepada
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami

Saber Sukabumi,.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, bersama dengan jajaran perangkat daerah lainnya,    secara langsung menyambut kedatangan kunjungan Wakil Presiden Yusuf Kala ke Kabupaten Sukabumi. Dalam kunjungan ini untuk sekaligus menghadiri pada acara Indonesian Migrant Worker 2018, yang di selenggarakan dari Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yang bertempat di Pusat Pengembangan da'wah Islam Cikembang Kabupaten Sukabumi. (18/12/18)

Wakil Presiden Indonesia dalam sambutannya, kepada tamu yang hadir mengatakan,
"Pada acara Indonesian Migrant Worker 2018 ini, didalam rangka untuk secara bersama menyambut (hari Migran Internasional), yang mana dengan acara ini. Untuk sekaligus
"Memberikan suatu Penghargaan kepada Bupati Sukabumi, sebagai Daerah yang sangat peduli dalam Penanganan maupun Perlindungan pekerja migran Indonesia. "Ungkapnya.

Selanjutnya Wakil Presiden Yusuf Kala mengatakan, dengan secara tegaskan,

"Bekerja diluar negeri tidaklah mudah, dan tidak selalu bisa membuahkan kebahagiaan, 
dari beberapa kasus yang timbul, serta dampak negatif kerap selalu sering terjadi.
"Sehingga bagi pemerintah perlu memberikan perlindungan, baik dari sisi keamanan pekerja migran serta kewajiban bagi negara, untuk memberikan pelatihan, kemampuan atau skill yang baik kepada pekerja migran. "Paparnya.

Wapres berharap Kedepannya, "Masyarakat yang nantinya bekerja diluar negeri untuk dapat mengikuti pelatihan dan peningkatan skill yang telah disediakan oleh lembaga yang di kelola pemerintah maupun lembaga lainnya. Maka dari "Salah satu cara untuk memakmurkan bangsa ini adalah, meningkatkan lapangan kerja baik dalam maupun luar negeri, dan bagi Pekerja migran selalu dikatakan sebagai pahlawan devisa, karena Negeri ini perlu devisa untuk rakyatnya, "Ungkapnya Wakil Presiden Republik Indonesia.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, pada kesempatan didalam acara ini menerangkan,
"Hari ini kita ditunjuk oleh Kementrian Ketenagaan Kerja, karena dianggap telah memiliki trobosan dengan memberikan pelayanan satu atap, dimana para pekerja di didik untuk berkemampuan skilnya yang baik. Serta secara administrasi pun terkondisikan, selanjutnya para migran yang sudah kembali, kita bina kewirausahaan, kemudian kita dorong juga bagaimana mereka bisa memahami potensi daerahnya, untuk membentuk UKM. "Ungkapnya Bupati

Begitu juga Bupati Sukabumi mencontohkan, "Seperti di Kawasan geopark, dimana Para eks tenaga kerja di bina untuk mengelola homestay dan membuat kelompok UKM.
"Mereka sekarang punya pekerjaan dari hasil pekerjaan mereka, membikin kuliner atau pun tempat usaha kecil yang dapat menopang kehidupan mereka, dan menurut mereka penghasilanya cukup lumayan, bahkan bisa melebihi dari penghasilan mereka pada saat bekerja di luar. "jelasnya.

Pada saat usai acara berlangsung, Bupati Sukabumi memberikan bantuan kadedeuh sebagai bentuk tali asih, kepada para tenaga kerja indonesia yang gagal. Bahwa dari
TKI gagal adalah, TKI yang bekerja namun tidak mendapatkan apa apa dari selama hasil pekerjaannya diluar, bahkan mendapat suatu permasalahan atau musibah saat melakukan pekerjaan.

Acara dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kala bersama Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri serta Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, serta seluruh para tamu.





































Staf Redatur : Asep Ragiel