Selamat Datang di zona anti korupsi, Bila ada Temuan Tindak Pidana Korupsi dan Pidana Umum Hubungi : contact person 085720000524

Minggu, 17 Mei 2020

SAH, silhturahmi Koalisi PDIP dan Hejo Ludeung PKB di PILKADA Sukabumi masih Bisa Berubah.


 

Saber Sukabumi.

Dalam kunjungan silaturahmi politik DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, yang dipimpin Yudi Suryadikrama, S.H. datang bersama dengan pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat, M. Jainudin, S.Ag. Beserta para kader dan pengurus, untuk menjalin kesepakatan dalam pembicaraan Koalisi dengan DPC PKB Kabupaten Sukabumi, sebagai ketua Drs. H. Asep Supriatna beserta jajaran pengurus. Bertempat di Jalan Raya Cisaat, Desa Sukamanah, Sabtu (16/5/2020).

Mereka diterima langsung oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi, beserta jajaran dan pengurus. Dalam pertemuan dengan PKB pun, PDI Perjuangan menggelar pembicaraan dari Kedua partai, untuk menciptakan kesepakatan dari beberapa kemungkinan akan membentuk suatu koalisi pada saat situasi pandemi sekarang ini, menjelang Pilkada 2020 untuk mencari titik temu dalam mengajukan nama calon bupati dan calon wakil bupati yang sama sesuai koalisi.

Sebelumnya seperti yang sudah diektahui, bahwa PPP dan PKB sudah sejak awal telah membangun koalisi Hejo Ludeung yang akan mengusung H. Adjo Sardjono sebagai calon bupati. Sementara itu dalam pertemuan antara PDI Perjuangan dan PPP tersebut, sudah sejalan kesepakatan pada nama Sirojudin untuk calon wakil bupati.

Tetapi yang perlu di pahami, bahwa sikap politik Hejo Ludeung ini tidak bisa ditawar-tawar, karena pengusungan Adjo Sardjono sebagai calon bupati sudah final. Adapun untuk calon wakil bupati, PKB masih mencari figur yang sekiranya dianggap cocok menjadi pendamping Adjo Sardjono,

"Oleh sebab itu dari kesepakatan yang terbentuk di luar Hejo Ludeung masih belum final pasti dan bisa berubah. Namun untuk Adjo Sardjono bagi Hejo Ludeung tidak ada kompromi atau perubahan," papar Asep ketua DPC PKB kepada SS.

Asep Supriatna menambahkan, saya ulangi agar dipahami selain silaturahmi dari kedatangan para kader PDI Perjuangan ke DPC PKB Kabupaten Sukabumi yaitu, untuk membahas politik menjelang Pilkada 2020 antara lain, terkait nama calon bupati dan calon wakil bupati dalam menciptakan kesepakatan untuk menjalin koalisi.

“Diantaranya calon bupati yang mereka ajukan adalah Pak Sofyan Effendi, sedangkan calon wakil Pak Sirojudin. Tetapi dalam pertemuan silahturahmi tadi dengan secara jelas saya sampaikan, bahwa kaitan dengan calon bupati dari Hejo Ludeung itu sudah final dan tidak bisa dikompromikan yaitu Pak Adjo Sardjono sebagai calon bupati,” ungkap Asep.

Ditempat yang sama, Yudi Suryadikrama, S.H
sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi menyampaikan, dalam silahturahmi kami ke DPC PKB Kabupaten Sukabumi hanya untuk menciptakan pembicaraan yang sejalan dari kedua partai, dalam menjalin kesepakatan yang mengarah koalisi,

"Seperti yang sudah pernah di sampaikan sebelumnya, PDI Perjuangan sudah memiliki dua nama calon untuk dimajukan ke ajang pemilihan Pilkada 2020, yaitu H. Sofyan Effendi dan Sirojudin." papar Yudi

Selanjutnya Yudi menjelaskan, pertemuan ini untuk mencari kemungkinan-kemungkinan bisa bersatu untuk membentuk koalisi. Maka kami mengajukan beberapa nama calon untuk diusung, selanjutnya kami menunggu mekanisme partai mereka,

"Perlu diketahui sebelumnya, dengan kedatangan kami silahturahmi dan berkomunikasi dalam menciptakan kesepakatan untuk koalisi kepada DPC PKB Kabupaten Sukabumi. Bahwa kami sudah safari politik sebelumnya untuk menjalin silahturahmi dengan PPP Kabupaten Sukabumi." jelas Yudi ketua DPC PDIP






















Editor : (3 121 ©)

Kamis, 14 Mei 2020

Dampak covid-19, PDAM Kab. Sukabumi bagikan 2000 Sembako kepada Masyarakat.

Mohammad Kamaludin Zen
 Dirut PDAM Tirta Jaya Mandiri (TJM)
Kabupaten Sukabumi

Saber Sukabumi.

Sebagai bentuk kepedulian social dari semua pihak, Terutama dalam situasi Pandemi Covid-19 seperti saat ini. PDAM Tirta Jaya Mandiri turut bagikan 2000 paket sembako untuk masyarakat yang ada disekitar perkantoran serta semua cabang PDAM yang ada di Kabupaten Sukabumi. Bertempat di lingkungan kerja PDAM Cikembang, Kecamatan Cikembar, pada Senin (11/05).


Bantuan 2000 paket Sembako tersebut dibagikan secara langsung oleh Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami kepada masyarakat. Bantuan dari PDAM Tirta Jaya Mandiri di apresiasi oleh Bupati Sukabumi, menurutnya kepedulian sosial dari semua pihak sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam situasi pandemi seperti sekarang.

"Kedepannya Kita terus mendorong supaya masyarakat bisa dibantu, agar empati dan kepekaan sosial supaya lebih membantu percepatan penanganan covid 19 dapat terlaksana secara epektif." jelasnya.

H. Marwan Hamami meyakini sebesar apapun bantuan dalam penerapan PSBB sangat berarti, dan menjadi solusi bagi permasalahan yang ada

"Tidak hanya PDAM saja, yang lain pun ikut menyisir kepada saudara kita yang belum mendapat bantuan, semoga masyarakat semuanya bisa terbantu," paparnya.

Sementara itu direktur utama Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi H. Mohammad Kamaludin Zen mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan kepedulian pihak perusahaan kepada masyarakat

"Penyerahan paket sembako ini kami lakukan sebagai bentuk tanggungjawab sosial Perumda terhadap pelanggan dan masyarakat yang terdampak covid19.

Selanjutnya dalam keterangan, H. Mohammad Kamaludin Zen mengatakan bahwa Perumda TJM menyiapkan sekitar 2000 paket sembako yang di bagi menjadi dua pembagian, yaitu 1000 peket di distribusikan langsung oleh perumda TJM dan 1000 paket di distribusikan melalui gugus tugas covid 19 Kabupaten Sukabumi

"Insha Allah setiap tahun kita rutin melaksanakan kegitan kepedulian sosial ini terus berlanjut" pungkasnya.




















Editor : 3 121 ©

Senin, 11 Mei 2020

DPRD Fraksi PDIP Jabar SIDAK, Penyaluran Sembako ditemukan Stok Telor Busuk di Kantor POS.

Muhammad Jaenudin, S.Ag., MH.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat
Fraksi PDI Perjuangan

Saber Sukabumi. JABAR

Terkait dengan adanya khabar informasi sebelumnya yang viral di jagad maya dalam Pendistribusian sembako untuk penerima manfaat, berupa telur empat ton yang tersimpan membusuk dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawabarat menjadi tidak tersalurkan dengan baik, kepada seluruh warga penerima manfaat sesuai data yang ada.

Muhammad Jaenudin sebagai Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, mendesak kepada Pemerintah Provinsi Jabar untuk segera telur yang membusuk diganti dengan yang baru. Begitu juga dalam memvalidasi data penerima bantuan sosial (bansos) untuk warga miskin baru, dari akibat dampak covid-19 yang masuk dalam kategori non-Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar segera diperbaiki, jika mana ada data yang salah.

Bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Jabar diantaranya berupa beras, mie instan, telur, vitamin, minyak sayur, gula dan terigu. Sebelum pendistribusian sembako dilakukan kepada penerima manfaat, agar diperiksa kembali secara menyeluruh untuk kelayakan bantuan sembako tersebut layak di konsumsi dan tepat sasaran.

Menurut Jaenudin, hampir 50% bantuan dari Pemprov Jabar tidak bisa disalurkan lantaran data yang tidak akurat.

“Nyaris 50% tidak akurat, sehingga penerima bantuan tidak tepat sasaran. Ini hasil temuan kami di lapangan termasuk juga pernyataan dari pihak kantor pos sebagai penyalur bantuan,” kata Jaenudin usai melakukan sidak ke salah satu kantor Pos di Kabupaten Sukabumi, Senin (11/5).

Jaenudin mengungkapkan, data milik Pemprov Jabar tidak akurat lantaran adanya dobel data, sudah meninggal, serta warga mampu yang tercatat dalam daftar penerima bansos.

“Seharusnya Pemprov Jabar segera melakukan perubahan data, saat ini bantuan untuk warga non-DTKS atau warga miskin baru (misbar) sedang dalam proses. agar Pemprov Jabar tidak hanya menyiapkan logistiknya saja, tapi memastikan bantuan itu sampai ke tangan penerima,

“Yang jadi kendala saat ini adalah akibat data tidak akurat, maka bansos tidak bisa disalurkan. Akhirnya, bansos dari Pemprov Jabar jadi menumpuk di kantor pos,” ujarnya.

Ditambahkan Jaenudin, bukan hanya data non DTKS saja yang carut-marut, data DTKS pun tidak jauh berbeda. Bahkan dari 51 ribu bansos untuk Kabupaten Sukabumi baru tersalurkan 51%, sisanya menumpuk di Kantor Pos.

“Ini kan ironis, sementara rakyat kita membutuhkan bantuan, tapi disisi lain paket sembako tidak bisa disalurkan karena data yang tidak akurat. Ada beberapa stok telor yang belum tersalurkan dan membusuk di kantor pos karena tidak bisa didistribusikan,” ungkapnya.

Maka dari itu, sebagai Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan dengan secara tegas untuk mendesak Pemprov Jabar agar terus memvalidasi data, jangan sampai pemborosan anggaran

“Jangan pernah berhenti validasi data, cek dan ricek ke lapangan kalau bisa tiap bulan diperbarui. Apalagi pandemi covid-19 ini berdampak pada perekonomian masyarakat karenanya bantuan harus benar-benar diperluas,” tegas Jaenudin.

















Editor : 3 121 ©                                                                  


                                                                                                                 pdipjbr.com       

Kamis, 07 Mei 2020

Disdik Kab. Sukabumi bagikan 50.000 APD Gratis, Pencegahan penyebaran COVID-19 semakin luas.

Mohammad Solihin
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi 

Saber Sukabumi.

Sebagai langkah kepedulian dan pencegahan penyebaran Covid-19 semakin luas, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Mohammad Solihinmenginisiasi gerakan untuk membagikan Lima Puluh Ribu (50.000) masker Alat Pelindung Diri (APD) kepada masyarakat secara gratis, khususnya yang sedang beraktifitas dilingkungan area pasar.

Dalam kegiatan tersebut, Mohammad Solihin berinisiatif secara langsung untuk berkeliling membagikan masker itu kepada masyarakat, terutama pengunjung, pedagang, buruh pikul serta lainnya.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Mohammad Solihin menyampaikan kepada SS, bahwa gerakan yang tengah dilakukannya.
"Kami berinisiatif untuk hari ini, membuat minimal 5000 masker yang berkarakter edukasi dibagikan secara cuma cuma.

"Untuk pembagian perdana hari ini kita lakukan dilingkungan pasar, agar dapat membantu kepada masyarakat yang aktif dilingkungan pasar atau ditempat umum dapat terjaga kesehatannya. Termasuk untuk menjaga dari seluruh jenis perdagangan di pasar, agar dapat terjaga bersih serta berkwalitas untuk di konsumsi masyarakat,

"Pembagian masker yang kita lakukan akan secara bertahap agar masyarakat bisa terus menerapkan anjuran pemerintah untuk melakukan pshycal distancing dan social distancing serta memakai masker setiap keluar rumah. Kami juga bekerjasama dengan Pol PP ditempat supaya bisa lebih tertib dan tepat sasaran yang kami bagikan,

"Kalau stok sudah banyak masih kita buat. Kita berharap kepada masyarakat tidak usah resah, jika belum memiliki tidak bisa membeli masker Alat Pelindung Diri (APD). Apalagi saat ini kita semua sampai pelosok negri sedang diberikan cobaan dengan adanya dampak wabah pandemi ini, semoga masyarakat selalu tetap menjaga kesehatan dilingkungan kita bersama." ungkap Solihin

















Reporter : 3 121 ©
Editor : Morales

Minggu, 03 Mei 2020

Edan, pemda Penggadaan Sarung Rp. 2,8 Miliar saat Pandemi Corona.


foto ilustrasi pabrik sarung

Saber Sukabumi. JABAR

Lelang pengadaan sarung senilai Rp 2,8 miliar di Kabupaten Tasikmalaya menjadi polemik. Pasalnya tidak sejalan dengan upaya penanggulangan corona. Pasalnya pengadaan sarung tersebut tidak sejalan dengan upaya penanggulangan pandemi corona saat ini.

Asep Sopari mengaku telah mengingatkan Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto, bahwa lelang pengadaan sarung senilai Rp 2,8 miliar, tak sejalan dengan upaya penanggulangan pandemi corona saat ini. Saat dikritik oleh Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya.


"Begitu tahu ada lelang sarung ini, saya langsung mengingatkan bupati, bahwa kegiatan lelang tersebut tidak sejalan dengan program pemerintah pusat yang sedang tengah fokus memerangi wabah corona, termasuk pengalokasian dana pusat dan daerah," ungkap Asep ke awak media di gedung DPRD Kabupaten, Kamis (30/4/2020).

Lanjut, Asep mengatakan terkait upaya alokasi ulang anggaran pusat dan daerah pada masa pandemi corona sekarang ini dalam kegiatan lelang, baik sarung maupun barang lainnya,

"Dalam kebijakan yang dikeluarkan dua menteri itu, salah satunya menyebutkan, Pemda wajib memotong anggaran 50 persen atau dihapuskan, terhadap kegiatan yang tidak penting seperti pengadaan sarung ini, walau telah dilelangkan sejak 2 April 2020." ujar Asep

"Memang dananya sudah ditetapkan dalam APBD. Tapi kan sekarang ada wabah corona dan saya sarankan dihapus saja," katanya.

Proses lelang pengadaan sarung senilai Rp 2,8 miliar ini juga jadi perbincangan hangat di sejumlah media sosial, diantaranya grup-grup WA. Bahkan ada yang membuat lelucon seperti dengan menyebut, tak ada APD pakai Sarung jadi.



















Editor : 3 121 ©                                                                                                                                                                                                       


                                                                                                            WTBN.com

Jumat, 01 Mei 2020

HARDIKNAS 2020 dalam Situasi Pandemi Covid-19 Tetap Berkreasi dan Berinovasi.


Saber Sukabumi.

Dalam situasi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum tuntas, tidak terasa sudah kembali lagi untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang bertepatan jatuh pada tanggal 2 Mei 2020. Tetapi dunia pendidikan ditengah wabah pandemi Covid-19 diseluruh penjuru tempat pendidikan sekolah seperti dunia tidak berpenghuni manuasia. Bahwa sampai saat ini dari Intruksi Kementrian Pendidikan Pusat RI dalam segala bingbingan pembelajaran agar dilakukan dari rumah saja.




Kendati begitu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Muhammad Solihin, memastikan setiap kegiatan belajar mengajar tetap aktif dilakukan meski di rumah. Termasuk kegiatan-kegiatan yang bersifat momen tahunan seperti Hari Pendidikan Nasional Hardiknas.

Solihin menjelaskan, momen Hardiknas tahun ini tetap dirangkai seperti biasa, meski tidak ada peringatan upacara. Namun kegiatan yang lain seperti perlombaan untuk sekolah, mulai tingkat TK/Paud hingga SMP, tetap digelar

“Tema Hardiknas tahun ini disesuaikan dengan kondisi negara saat ini, yakni ‘Diam Di Rumah Tetap Berkreasi dan Berinovasi Untuk Kabupaten Sukabumi, Ada banyak perlombaan yang tetap digelar. Kami memanfaatkan teknologi seperti Lomba Video Edukasi COVID-19 dan sudah berjalan. Hari Jumat tanggal 1 Mei pengumuman pemenangnya,” paparnya

Ditempat yang sama saat ditemui awak media, Kepala Sub Bagian Umum & Kepegawaian yang sekaligus sebagai panitia Hari Pendidikan Nasional 2020 tingkat Kabupaten Sukabumi Jajat Sudrajat mengatakan, bahwa langkah yang diambil dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional 2020 adalah dengan melaksanakan kegiatan Lomba Video Edukasi COVID-19 di rumah saja. Tatapi sebagai pelayanan tidak hanya cukup berdiam saja, untuk selalu berkewajiban dalam menciptakan berinovasi. Meskipun tidak dilakukan peringatan upacara hari Pendidikan nasional, tetapi dengan adanya Lomba Video Edukasi ini tidak mengurangi marwah dari Hari Pendidikan Nasional 2020.

"Seperti contoh dalam pengertian diam di rumah, untuk menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, dan lainnya. Semuanya dikirim ke kami dalam bentuk video dan kelanjutan pengumuman pemenangnya pada tanggal 1 Mei. Begitu juga dalam pemberian hadiahnya akan dilakukan tanggal 2 Mei 2020 yang bertepatan pada peringatan Hardiknas,” jelas Jajat.

Ditambahkan, Kepala Bidang Sekolah Dasar Khusyairin mengatakan bahwa ditengah pandemi virus COVID-19, Seluruh pelajar khususnya ditingkat Sekolah Dasar melakukan kegiatan belajar dari rumah yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kelas bawah yang terdiri dari siswa tingkat SD kelas 1,2 dan 3 yang dilakukan dengan metode tematik atau lifeskill gabungan beberapa materi pelajaran diperoleh satu tujuan serta kelas atas yang terdiri dari siswa SD kelas 4,5 dan 6 yang menggunakan metode indikator.

"Sehingga ada beberapa indikator yang harus dicapai yaitu penilaian akhir tahun (PAT) yang dilakukan dengan cara daring atau tertulis. Namun tidak dengan mengumpulkan siswa dalam suatu tempat tetapi menggunakan teknologi seperti Email atau Whatsapp." Papar Khusyairin.




















Editor : 3 121 ©

Dampak covid-19 Pelayanan (DISDUKCAPIL) Kab. SMI (Suket) bisa ditukar e-KTP : on-Line.

Saber Sukabumi.

Ditengah terjadinya wabah Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda, Dinas Kependudukan dan Catatan sipil Kabupaten Sukabumi. Tetap untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, dengan cara melakukan langkah langkah yang hendak menukarkan Suket menjadi e-KTP ke kantor Disdukcapil.



Seperti yang dikatakan Iwan Kusdian Kepala Dinas Kependuduk & Catatan sipil Kabupaten Sukabumi kepada SS. Dalam aturan proses via daring, masyarakat cukup dengan melakukan registrasi terlebih dahulu di website tersebut dengan mencantumkan NIK, Nama, Alamat dan Nomor Telephone Pemohon serta mengunggah surat keterangan perekaman KTP elektronik dan Kartu Keluarga." paparnya

Maka dalam situasi wabah Covid-19 seperti sekarang ini. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil) Kabupaten Sukabumi memberi kemudahan kepada masyarakat yang sampai saat ini masih memiliki surat keterangan (suket) agar dapat menukarkannya menjadi KTP elektronik dengan cara via online melalui,

https://www.dukcapilkabsukabumi.org

“ Sebelumnya masyarakat bisa melakukan dengan cara langkah awal, untuk dapat Registrasi terlebih dahulu. Setelah proses registrasi selesai, pihak Disdukcapil akan menghubungi pemohon untuk pengambilan KTP elektronik yang sudah dicetak, dengan membawa Surat Keterangan Asli untuk ditukarkan." Ungkap kadisdukcapil

Ditambahkan Iwan Kusdian menjelaskan, Tetapi sebelumnya jika masyarakat mendatangi Dinas Kependudukan dan Catatan sipil Kabupaten Sukabumi. Terlebih dahulu agar tetap selalu menjalankan protocol kesehatan yang sudah diketahui bersama,

“ Salahsatunya selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan tetap jaga jarak physical distancing. Hal ini untuk pencegahan, pengendalian dan penyebaran infeksi Covid-19 semakin luas.






















Reporter : 3 121 ©
Editor : Morales